Kipas Angin dan AC Dapat Menjadi Masalah Kesehatan Anak

Terlalu sering terpapar kipas angin dan AC dapat menjadi masalah kesehatan anak balita penyakit seperti pneumonia, rinitis, asma, bahkan kerusakan paru-paru.

Kipas angin dan AC (Air Conditioner) merupakan alat pendigin ruangan yang paling banyak digunakan masyarakat, Khususnya didaerah perkotaan. Kedua alat tersebut terbukti effektif untuk menurunkan suhu ruangan, Namun benarkah Bahwa terlalu sering terpapar kipas angin dan AC dapat menjadi masalah kesehatan anak terutama balita, Bahkan beredar rumor jika terlalu sering terpapar secara langsung dapat menyebabkan kerusakan pada sistem pernafasan terutama paru-paru. Penyakit seperti Bell’s Palsy, Pneumonia, Rinitis, Asma juga dikaitkan dengan paparan kipas angin dan Air Conditioner (AC). Artikel yang Karang Mulya Rental Kipas Angin Air tuliskan kali ini akan membahas tentang itu semua.

Beberapa orang mengatakan, terlalu sering terpapar Kipas Angin atau Air Condinoer (AC) akan menyebabkan paru-paru bayi bisa mengalami flek. Padahal, pendingin ruangan baik kipas angin atau AC tidak ada hubungannya dengan flek di paru-paru atau gangguan pernapasan pada anak secara langsung. seperti yang dikatakan Dr. Meta Hanindita SpA dari RSUD Dr Soetomo Surabaya bahwa “Kipas Angin atau AC tidak mempunyai pengaruh buruk terhadap kesehatan anak secara langsung,”. Namun, Beliau berpendapat bahwa kipas angin atau AC juga bisa menjadi sumber masalah kesehatan pada anak, terutama anak-anak yang memiliki alergi. Terlebih bila gejala alergi muncul pada sistem pernapasan, seperti rinitis alergi atau asma. Sebenarnya, bukan kipas angin atau AC yang menyebabkan hal tersebut tetapi ruangan tertutup. Ruangan ber-AC biasanya tidak memiliki sirkulasi udara yang baik. Ditambah, bila tidak rajin membersihkan kipas angin atau AC. Jika kondisinya seperti itulah yang baru menyebabkan anak terinfeksi, salah satunya pneumonia.

Dr. Meta menyarankan untuk menjaga kebersihan kipas angin dan AC agar bayi tidak terkena debu yang menumpuk terlalu banyak di kipas angin atau AC. Sebaiknya juga, jangan terus-menerus menggunakan kipas angin atau AC. Sebab, bayi pun harus belajar beradaptasi dengan suhu lingkungan. Boleh dipasang misalnya pas lagi tidur saja atau pas kalau lagi panas saja.

Pada Satu penelitian yang dilakukan oleh sebuah Institute American menyatakan bahwa ketika kita menghidupkan kipas angin pada ruangan tertutup dan kipas tersebut diarahkan langsung maka akan sangat berbahaya sekali untuk kesehatan terutama bagi bayi, karena selain badan menjadi dingin dan karbondioksida akan tetap berada diruangan tersebut, sehingga pernapasan akan menjadi terganggu. Dengan cuaca yang sangat panas terutama di daerah perkotaan tersebut membuat kita mau tidak mau harus menggunakan kipas angin, oleh karena itu dalam penggunaan kipas yang tepat sebenarnya akan tetap aman namun bisa memberikan efek yang buruk jika penggunaan kipas angin yang salah. Bayi yang baru lahir dengan umur di bawah 3 bulan akan rentan terhadap suhu, oleh karena itu jika bayi mengalami kepanasan atau berkeringat sebaiknya kita jangan khawatir karena hal tersebut adalah proses metabolisme tubuh.

Terlalu sering terpapar kipas angin dan AC dapat menjadi masalah kesehatan anak balita penyakit seperti pneumonia, rinitis, asma, bahkan kerusakan paru-paru.

Jangan anggap remeh soal dampak negatif memakai kipas angin. kita bisa saja terserang penyakit yang disebut Bell’s Palsy. Ini adalah penyakit dimana sistem syaraf wajah berubah menjadi tegang, sulit senyum, dan susah berekspresi. Hal ini diakibatkan suhu dingin yang fokus menerpa bagian wajah secara terus menerus sepanjang malam.

Demikianlah artikel tentang Kipas Angin dan AC Dapat Menjadi Masalah Kesehatan Anak yang Karang Mulya Sewa Kipas Angin Air, Semoga dapat bermanfaat. Sumber artikel DetikHealth (https://health.detik.com) dan berbagai sumber lainnya.

Bagikan :)