Sewa Banyak Genset JK Kritik Dahlan Iskan

Beberapa waktu yang lalu Karangmulya sebagai Rental dan Sewa Genset banyak menyoroti dan menulis artikel tentang terjadinya Krisis Listrik yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia, Krisis Listrik yang di sebabkan jumlah keperluan listrik dengan Listrik yang di hasilkan dari pembangkit listrik tidak berimbang, Belum lagi permasalahan pembangkit listrik yang telah ada mengalami kerusakan. Untuk memenuhi keperluan Listrik di beberapa tempat PLN banyak menyewa Genset.

PLN sebenarnya tidak hanya tinggal diam dan terus berusaha melakukan yang terbaik, Banyak faktor dan hal-hal yang membuat terjadinya Krisis Listrik. Pembangkit Listrik yang ada sudah tidak dapat menyuplai kebutuhan listrik Masyarakat yang setiap tahunnya terus mengalami pembengkakan. Meskipun terlambat namun PLN telah membuat beberapa pembangkit Listrik yang baru dan memperbaiki Pembangkit listrik lama yang rusak. Baca: PLN Sumatera Utara Siapkan 134 Genset Akibat Krisis Listrik.

Sewa Banyak Genset JK Kritik Dahlan Iskan

Sewa Banyak Genset JK Kritik Dahlan Iskan – Wakil Presiden Terpilih Jusuf Kalla (JK) mengkritik kebijakan PT PLN (Persero) yang menyewa banyak mesin diesel (genset) pada 3-5 tahun yang lalu. Kesalahan PLN 3-5 tahun lalu adalah menyewa banyak diesel 7.000-8.000 MW totalnya, itu kesalahan sangat fatal, ” ujar JK di acara National Conference on Electrical Power Business & Techology, Jakarta Convention Centre, Jakarta 2/10/2014. Pada masa itu, PLN dipimpin oleh Dahlan Iskan sebagai Direktur Utama. Dahlan menjabat sebagai Dirut PLN pada 2009-2011, sebelum akhirnya ditunjuk sebagai Menteri BUMN.

JK mengatakan, keputusan sewa genset tersebut karena alasan proyek pembangkit listrik 10.000 megawatt (MW) banyak yang telat. Kalau telat permasalahannya kenapa..? Uang negara yang kau pakai buat sewa genset itu besar, kenapa tidak gunakan uang itu untuk percepat penyelesaian proyek 10.000 MW itu,” ungkap JK.

JK mengungkapkan, justru program 10.000 MW tersebut ditinggalkan ketika dirinya tidak menjadi Wapres lagi. Sehingga banyak dari proyek tersebut molor dari target. Begitu saya berhenti itu molor semua barangnya, padahal waktu saya masih Wapres, (PLTU) Indramayu, Pandeglang selesai, setiap proyeknya saya terus awasi, tiap 3 bulan naik helikopter cek proyeknya, kalau diawasi, dikawal terus harusnya jalan, kalau ditinggalkan ya molor,” tutupnya.

Penyebab Terjadinya Krisis Listrik

Banyak faktor dan hal-hal yang membuat terjadinya Krisis Listrik, Menurut PLN faktor utama adalah Jumlah yang kurang dan sering bermasalahnya PLTP, PLTA, PLTG yang ada di beberapa daerah. Pembangkit Listrik yang ada sudah tidak dapat menyuplai kebutuhan listrik Masyarakat yang setiap tahunnya terus mengalami pembengkakan. Meskipun terlambat namun PLN telah membuat beberapa pembangkit Listrik yang baru dan memperbaiki Pembangkit listrik lama yang rusak.

Faktor lain penyebab lambatnya penangan krisis listrik menurut Direktur Lembaga Advokasi dan Perlindungan Konsumen (LAPK) Sumut, Farid Wajdi adalah, Masalah ketersediaan listrik yang selalu kurang, ini terjadi lantaran komitmen pemerintah yang tidak kuat. Namun belum ada keseriusan baik dari pemerintah maupun PLN sendiri untuk benar-benar menyelesaikan masalah pasokan listrik yang selalu kurang setiap tahun.

Ada niatan untuk menyelesaikan, tapi PLN sendiri ternyata tidak mampu, akhirnya dipaksakan. Hal itu kemudian berdampak pada jumlah subsidi listrik yang seharusnya dapat ditekan tetapi justru semakin membengkak. Itu terjadi karena ada masalah mental yang belum beres di lingkaran birokrasi PLN dan yang mempunyai kaitan dengannya,” ujarnya.

Di Sumut, lanjutnya, para pemimpinnya sibuk dengan agenda sendiri dan cenderung mengabaikan situasi sosial, politik dan ekonomi yang terjadi saat ini. Akibatnya, Sumut seperti sedang mengalami kekosongan kepemimpinan. Dan rakyat harus merespon fenomena ini secara bijaksana. Betapa tidak, para pemimpin di daerah tidak hadir (in absentia) dalam persoalan mengurus krisis listrik.

Sumber: http://finance.detik.com

Bagikan :)